• Home
  • About
  • Contact
Powered by Blogger.
instagram youtube

a part of Anisa

image from canva

Ibu Rumah Tangga, Minder atau Bersyukur?
Assalamualaikum wr.wb. Beberapa minggu yang lalu akhirnya saya merasakan, mungkin apa yang beberapa ibu rumah tangga rasakan yaitu minder. Ya sempat terbesit rasa minder pada diri saya. Entah karena terlalu lama berada di zona nyaman sehingga saya lupa untuk melakukan pengembangan bagi diri saya sendiri. Kenapa bisa begitu? Setelah saya cari tahu penyebabnya karena saya disini minim sekali berinteraksi dengan orang-orang. Semenjak ikut suami sekolah di luar negeri sehari-hari banyak saya habiskan di rumah dengan mengasuh buah hati kami, terlebih lagi ini musim winter saya jadi jarang sekali keluar rumah. Mungkin beda cerita ya kalau saya di Indonesia, meskipun jadi ibu rumah tangga pasti banyak kegiatan mulai dari kegiatan RT, RW, Desa juga kegiatan di Mesjid. Ada perasaan senang kalau kita bisa bersosialisasi yang juga merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Nah beberapa minggu yang lalu saya hubungi teman saya yang ada di Indonesia dan saya cerita kalau ada perasaan minder di hati saya sebagai ibu rumah tangga, temen saya ini seorang pengusaha baju muslim wanita yang punya toko online maupun offline dan juga memiliki anak bayi seperti saya. Saya kira dia senang bisa  bisa bersoalisasi dengan banyak orang dan bisa mengembangkan potensi dirinya, namun ternyata dia bercerita kalau bisa memilih dia kadang lebih ingin menghabiskan banyak waktunya di rumah dengan bermain dan bercengkrama dengan keluarga. Hmm hati saya seperti terpotek, iya juga ya pikir saya seharusnya saya bersyukur bisa melewati momen-momen emas anak dan bisa memantau perkembangannya.

Hidup memang seperti "siwang sinawang" kalau kata orang jawa, kita melihat hidup orang lain enak padahal belum tentu. Orang lain juga melihat kehidupan kita enak, padahal mereka juga tidak tahu ujian-ujian apa yang tengah kita lalui. Kadang liat ibu-ibu kantoran, kita pikir wah enak ya bisa kerja, pagi-pagi udah rapi dan punya penghasilan sendiri tapi kita kadang lupa kalau ibu-ibu kantoran itu bangun lebih pagi dan harus menyiapkan keperluan anak dan suami belum lagi ibu-ibu yang bekerja di Jakarta untuk pergi dan pulang dari kantor harus siap  macet-macetan yang nggak sebentar, bisa berjam-jam. Bisa aja mereka lebih stress dibandingkan kita ibu-ibu rumah tangga yang tiap hari kadang dipusingkan dengan tingkah laku anak kita. Mulai sekarang saya coba untuk mensyukuri lagi apa yang sudah Allah beri, apa yang sudah Allah tetapkan agar saya bisa dengan tenang menjalani hari-hari. Bukankah dengan bersyukur Allah akan menambahkan nikmat kepada kita.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)

Tapi apakah untuk pengembangan diri saya diam begitu saja? Alhamdulillah tidak, dengan menulis inilah saya mulai mengembangkan potensi dalam diri saya lagi. Bersyukur juga punya suami yang pengertian dan mendukung istrinya untuk lebih baik lagi. Untuk ibu-ibu rumah tangga yang lain yuk coba liat lagi apa potensi diri yang ada. Kalau suka masak bisa bikin buku masakan, kalau suka menjahit bisa bikin baju untuk keluarga atau hiasan-hiasan untuk dijual. Intinya kita tetap harus mengembangkan potensi yang kita miliki karena itu bisa bermanfaat untuk diri kita sendiri atau orang lain nantinya. Saya juga begitu dengan menulis ini saya berharap bisa memotivasi ibu-ibu lain yang ada diluar sana untuk terus berkarya meski ibu rumah tangga. Karena menjadi ibu rumah tangga adalah karir yang mulia dan disana banyak terdapat ladang pahala :)



Salam, Ohio Feb 2018

Share
Tweet
Pin
Share
10 comments
Kemarin ada yang bertanya kepada saya apakah saya menyesal setelah lulus s2 dan sekarang hanya menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak ?
pict from pinterest.com

Sedikitpun saya tidak pernah menyesal, menjadi ibu rumah tangga dan harus mengurus anak adalah salah satu hal dalam hidup saya yang sangat sangat saya syukuri. Menjadi istri yang harus patuh pada suami merupakan suatu keistimewaan bagi saya karena pintu surga bisa saya dapatkan dari situ dan ditambah lagi dengan mengurus anak, semakin mendekatkan diri saya pada Allah untuk dapat mempelajari arti kehidupan. Adanya daffa anak saya dalam hidup saya telah mengubah banyak cara berfikir saya, saya jadi paham dan mengerti bahwa memang ada cinta yang tulus murni dan tanpa mengharapkan balas. Saya belajar bahwa ada senyum dan tawa yang mampu melunturkan lelah dan letih. Saya belajar bahwa hidup sepenuhnya untuk berbagi dan untuk anak akan kita bagikan yang terbaik. Saya tidak pernah merasakan ada perasaan mengikat yang sangat kuat dihati yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya, saya bisa merasakan perasaan ini hanya ketika saya mengingat daffa. Tidak pernah sedikitpun saya menyesal meski saya telah mengeluarkan pikiran dan tenaga untuk sekolah tapi saya malah memilih untuk mengurus anak, karena saya tahu anak saya masih membutuhkan saya, saya ingin memantau setiap tumbuh kembang anak saya, memastikan dia baik baik saja, melihat setiap tingkah lakunya yang selalu berubah setiap hari, membuat ia menyadari akan keberadaan saya sebagai ibunya itu merupakan anugerah tersendiri bagi saya karena dengan begitu setidaknya saya membuat dia tahu bahwa dia punya ibu yang menyayanginya, yang siap memberikan yang terbaik untuknya dan selalu ada untuknya.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Menjadi Ibu yang terpenting adalah Ridhonya Allah - Bismillahhirrahmannirrahim
Pernahkah kita sebagai seorang ibu merasa capek, bosan, lelah dengan kegiatan yang itu itu aja. Kadang pernah berfikir ini kok gak ada habisnya, repeat lagi repeat lagi. Saya rasa semua ibu pasti pernah mengalami itu tapi kita juga gak pernah berfikir untuk meninggalkan itu semuakan! Aktivitas mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Mulai dari urusan dapur, urusan anak, urusan rumah dan lain lain yang berulang dari hari ke hari. Tapi kita menjalaninya sampai bahkan kita bisa melewati rasa takut yang dulu kita pikir kita tidak akan bisa melewatinya seperti melahirkan, iyakan. Kita juga bakal jadi strong banget walaupun sakit, yang dipikiran cuma anak. Dulu saya pas single sakit radang tenggorokan itu bisa berhari-hari gak bisa nelan, gak bisa ngomong tapi pas udah punya anak itu cuma terjadi semalam. Kayak ada sesuatu didalam diri kita yang mendorong kita untuk sembuh lebih cepat, untuk bekerja dalam waktu yang cepat, untuk bisa ini itu sendiri yang penting anak sehat, anteng, ceria dan bahagia :)

pict form picture qoute.com


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Ads

About Me

About Me

Hello, Iam Anisa :)
a Mom. Amateur blogger.
Welcome to my blog :)

Popular Posts

  • Kerja Praktek (KP) di Chevron Pacific Duri Riau
  • Solusi Tepat Atasi Anyang-Anyangan Dengan Uri-Cran
  • 5 Rekomendasi Channel YouTube Berbahasa Inggris Untuk Anak Usia Dini
  • Pengalaman Snow Tubing
  • Tips Melepaskan Kecanduan TV dan Gadget Pada Anak Usia Dini

Follow Us

  • instagram
  • youtube

recent posts

Categories

1minggu1cerita amerika Anak Anyang-anyangan Badminton being mother Bengkel Diri blogging cantik dengan hijab Daffa Dokter Enny Dokter Kandungan terbaik eczema fakta hamil family for my children Hadiah hamil hidup hijab hijrah idul fitri Industrial Engineering Infeksi Saluran Kemih Islam just story kehidupan Kerinduan Kesehatan Keuangan LDM LDR Life lifemustgoon Lifestyle Marriage Me melahirkan menjadi lebih baik Menyapih mitos hamil Muhasabah My Mom Obgyn Jogja Olimpiade Rio Parenting Pembelajaran pengalaman melahirkan proseshijrah Qlapa random thought Resep review semangat Someone suporter teknologi Terrible Two Toilet Training traveling Uri-Cran Video Washington DC winter YouTube

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  October (1)
      • 2020
  • ►  2019 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  May (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (34)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (5)
    • ►  March (8)
    • ►  February (13)
  • ►  2017 (3)
    • ►  November (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2016 (57)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (3)
    • ►  September (4)
    • ►  August (4)
    • ►  July (3)
    • ►  June (5)
    • ►  May (6)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (6)
    • ►  January (4)
  • ►  2015 (22)
    • ►  December (3)
    • ►  November (2)
    • ►  October (3)
    • ►  September (4)
    • ►  August (4)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
  • ►  2014 (31)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  July (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (11)
    • ►  February (5)
    • ►  January (4)
  • ►  2013 (7)
    • ►  December (5)
    • ►  September (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (5)
    • ►  December (5)

Blogger Perempuan Network

Blogger Perempuan

Kumpulan Emak Blogger

Kumpulan Emak Blogger

Created with by ThemeXpose