• Home
  • About
  • Contact
Powered by Blogger.
instagram youtube

a part of Anisa



Salam
Jika ada yang pasti di dunia ini maka itu adalah perubahan. Segala hal yang ada di kehidupan kita pasti akan berubah. Mulai dari hal kecil yang sederhana hingga hal besar yang kadang tak pernah kita fikirkan. Dulu masih zamannya berkomunikasi jarak jauh menggunakan surat lalu berganti menggunakan telpon berganti lagi dengan handphone. Handphone sendiri juga berubah fungsinya dari sekedar telpon, berkirim pesan hingga panggilan video, banyak juga hal lain dalam hidup kita yang berubah entah berubah ke arah yang lebih baik atau ke arah yang lebih buruk yang pasti semuanya berubah.

Lalu bagaimana dengan diri kita sendiri? Apakah kita berubah?
Yang saya maksud bukanlah perubahan fisik tapi perubahan dalam diri kita sendiri dan ini biasanya tidak tampak dengan kasat mata, ini hanya bisa dirasakan dengan hati kita sendiri. Dengan tujuan hidup kita yang berbeda-beda tapi kita tahu hanya satu tempat kembali. Setinggi apapun cita-cita kita dalam hidup hanya akhirat tempat kita pulang.
Perubahan itu sendiri terikat pada dua tujuan yaitu perubahan positif dan perubahan negatif. Perubahan  positif jika kita bisa memberikan makna yang lebih pada kehidupan dan pengabdian yang lebih kepada Allah dengan mengharapkan ridho Allah SWT semata. Sedangkan perubahan negatif akan menjauhkan kita dari Allah, menghilangkan makna dalam kehidupan kita dan membuat kita menyesal di kemudian hari. Jikalau perubahan yang kita rasakan pada diri kita ke arah positif maka kita termasuk orang yang beruntung tapi jika perubahan itu ke arah negatif maka kita termasuk orang yang merugi.
Dulu Rasulullah melakukan perubahan dengan hijrah dari Makkah ke Madinah, beliau saat itu harus melakukan perpindahan untuk menyelamatkan kaum muslimin dari penindasan kaum kafir Quraisy dan yang mereka harapkan adalah keridhoan Allah. Lalu  bagaimana dengan kita? Bagaimana hijrah yang harus kita lakukan? Saat saya mengikuti kajian dengan teh Peggy Melati Sukma beliau berkata bahwa hijrah kita adalah melakukan perubahan dari kondisi saat ini ke kondisi yang lebih baik untuk mendekatkan kita pada Allah SWT. Sebagai contoh saat ini kita sudah sholat, puasa, zakat dll tapi kita belum menutup aurat maka hijrah kita adalah dengan menutup aurat atau saat ini kita sudah sholat fardhu tepat waktu maka perubahan yang dapat kita lakukan adalah menambah sholat sunnah. Perubahan yang kita lakukan itu, kita niatkan karena Allah semata, karena kita mengaharap ridho Allah. Jangan sampai kita sesesali nanti waktu yang tinggal sedikit ini tanpa ada perubahan yang berarti. Dalam Al-Quran sendiri terdapat ayat yang berbicara tentang perubahan yaitu :

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”  (QS Ar-Ra’d [13]: 11)

Ingat bahwa Allah SWT tidak akan mengubah nasib kita jika kita tidak mau mengubah keadaan kita sendiri. Perlu kita sadari bahwa cita-cita hidup bermanfaat di dunia dan bahagia di akhirat tidak bisa kita raih jika tidak ada perubahan dalam diri kita ke arah yang lebih baik

Bagaimana kita tahu bahwa kita harus berubah lagi dan lagi?
Kita harus terus belajar, kita harus terus mencari ilmunya. Lihat bagaimana Rasulullah SAW taat patuh tunduk kepada Allah. Rasulullah tak pernah lelah melaksanakan amalan amalan padahal beliau telah Allah janjikan surga. Bagaimana dengan kita? Sudah tuntaskah kita lakukan amalan wajib, sudah kita bahagiakankah orang tua kita, sudah kita jagakah ucapan kita untuk tidak melukai hati saudara kita? Hanya kita sendiri yang bisa menjawab semua itu, karena hanya kita yang bisa merasakannya.

Sampai kapankah kita harus berubah?
Kita harus berubah sampai ajal menjemput. Kita tidak pernah tahu kapan dan dimana kita akan meninggal maka sudah selayaknya kita terus berusaha kearah yang lebih baik. Agar ketika Allah memanggil kita, kita dalam keadaan mengingarNya. Agar jadi ibadah semua amalan dan kegiatan yang kita lakukan dan dapat kita raih surgaNya di akhirat kelak.

Tulisan ini sebenarnya pengingat bagi diri saya sendiri untuk tidak terlena dengan kenikmatan duniawi yang semu. Banyak yang harus diperbaiki pada diri ini namun ilmu yang dimiliki juga belum mumpuni. Semoga Allah mudahkan niat yang ada dihati dan diberi kawan-kawan sholeh sholeha yang mau membersamai.

Salam, Ohio menjelang subuh di bulan Maret


Share
Tweet
Pin
Share
7 comments
image from canva

Ibu Rumah Tangga, Minder atau Bersyukur?
Assalamualaikum wr.wb. Beberapa minggu yang lalu akhirnya saya merasakan, mungkin apa yang beberapa ibu rumah tangga rasakan yaitu minder. Ya sempat terbesit rasa minder pada diri saya. Entah karena terlalu lama berada di zona nyaman sehingga saya lupa untuk melakukan pengembangan bagi diri saya sendiri. Kenapa bisa begitu? Setelah saya cari tahu penyebabnya karena saya disini minim sekali berinteraksi dengan orang-orang. Semenjak ikut suami sekolah di luar negeri sehari-hari banyak saya habiskan di rumah dengan mengasuh buah hati kami, terlebih lagi ini musim winter saya jadi jarang sekali keluar rumah. Mungkin beda cerita ya kalau saya di Indonesia, meskipun jadi ibu rumah tangga pasti banyak kegiatan mulai dari kegiatan RT, RW, Desa juga kegiatan di Mesjid. Ada perasaan senang kalau kita bisa bersosialisasi yang juga merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Nah beberapa minggu yang lalu saya hubungi teman saya yang ada di Indonesia dan saya cerita kalau ada perasaan minder di hati saya sebagai ibu rumah tangga, temen saya ini seorang pengusaha baju muslim wanita yang punya toko online maupun offline dan juga memiliki anak bayi seperti saya. Saya kira dia senang bisa  bisa bersoalisasi dengan banyak orang dan bisa mengembangkan potensi dirinya, namun ternyata dia bercerita kalau bisa memilih dia kadang lebih ingin menghabiskan banyak waktunya di rumah dengan bermain dan bercengkrama dengan keluarga. Hmm hati saya seperti terpotek, iya juga ya pikir saya seharusnya saya bersyukur bisa melewati momen-momen emas anak dan bisa memantau perkembangannya.

Hidup memang seperti "siwang sinawang" kalau kata orang jawa, kita melihat hidup orang lain enak padahal belum tentu. Orang lain juga melihat kehidupan kita enak, padahal mereka juga tidak tahu ujian-ujian apa yang tengah kita lalui. Kadang liat ibu-ibu kantoran, kita pikir wah enak ya bisa kerja, pagi-pagi udah rapi dan punya penghasilan sendiri tapi kita kadang lupa kalau ibu-ibu kantoran itu bangun lebih pagi dan harus menyiapkan keperluan anak dan suami belum lagi ibu-ibu yang bekerja di Jakarta untuk pergi dan pulang dari kantor harus siap  macet-macetan yang nggak sebentar, bisa berjam-jam. Bisa aja mereka lebih stress dibandingkan kita ibu-ibu rumah tangga yang tiap hari kadang dipusingkan dengan tingkah laku anak kita. Mulai sekarang saya coba untuk mensyukuri lagi apa yang sudah Allah beri, apa yang sudah Allah tetapkan agar saya bisa dengan tenang menjalani hari-hari. Bukankah dengan bersyukur Allah akan menambahkan nikmat kepada kita.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)

Tapi apakah untuk pengembangan diri saya diam begitu saja? Alhamdulillah tidak, dengan menulis inilah saya mulai mengembangkan potensi dalam diri saya lagi. Bersyukur juga punya suami yang pengertian dan mendukung istrinya untuk lebih baik lagi. Untuk ibu-ibu rumah tangga yang lain yuk coba liat lagi apa potensi diri yang ada. Kalau suka masak bisa bikin buku masakan, kalau suka menjahit bisa bikin baju untuk keluarga atau hiasan-hiasan untuk dijual. Intinya kita tetap harus mengembangkan potensi yang kita miliki karena itu bisa bermanfaat untuk diri kita sendiri atau orang lain nantinya. Saya juga begitu dengan menulis ini saya berharap bisa memotivasi ibu-ibu lain yang ada diluar sana untuk terus berkarya meski ibu rumah tangga. Karena menjadi ibu rumah tangga adalah karir yang mulia dan disana banyak terdapat ladang pahala :)



Salam, Ohio Feb 2018

Share
Tweet
Pin
Share
10 comments
Older Posts

Ads

About Me

About Me

Hello, Iam Anisa :)
a Mom. Amateur blogger.
Welcome to my blog :)

Popular Posts

  • Kerja Praktek (KP) di Chevron Pacific Duri Riau
  • Solusi Tepat Atasi Anyang-Anyangan Dengan Uri-Cran
  • 5 Rekomendasi Channel YouTube Berbahasa Inggris Untuk Anak Usia Dini
  • Pengalaman Snow Tubing
  • Tips Melepaskan Kecanduan TV dan Gadget Pada Anak Usia Dini

Follow Us

  • instagram
  • youtube

recent posts

Categories

1minggu1cerita amerika Anak Anyang-anyangan Badminton being mother Bengkel Diri blogging cantik dengan hijab Daffa Dokter Enny Dokter Kandungan terbaik eczema fakta hamil family for my children Hadiah hamil hidup hijab hijrah idul fitri Industrial Engineering Infeksi Saluran Kemih Islam just story kehidupan Kerinduan Kesehatan Keuangan LDM LDR Life lifemustgoon Lifestyle Marriage Me melahirkan menjadi lebih baik Menyapih mitos hamil Muhasabah My Mom Obgyn Jogja Olimpiade Rio Parenting Pembelajaran pengalaman melahirkan proseshijrah Qlapa random thought Resep review semangat Someone suporter teknologi Terrible Two Toilet Training traveling Uri-Cran Video Washington DC winter YouTube

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  October (1)
      • 2020
  • ►  2019 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  May (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (34)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (5)
    • ►  March (8)
    • ►  February (13)
  • ►  2017 (3)
    • ►  November (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2016 (57)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (3)
    • ►  September (4)
    • ►  August (4)
    • ►  July (3)
    • ►  June (5)
    • ►  May (6)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (6)
    • ►  January (4)
  • ►  2015 (22)
    • ►  December (3)
    • ►  November (2)
    • ►  October (3)
    • ►  September (4)
    • ►  August (4)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
  • ►  2014 (31)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  July (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (11)
    • ►  February (5)
    • ►  January (4)
  • ►  2013 (7)
    • ►  December (5)
    • ►  September (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (5)
    • ►  December (5)

Blogger Perempuan Network

Blogger Perempuan

Kumpulan Emak Blogger

Kumpulan Emak Blogger

Created with by ThemeXpose