• Home
  • About
  • Contact
Powered by Blogger.
instagram youtube

a part of Anisa

Tepatnya ahad (23 Nov 2014) sekitar pukul 20:30, kabar duka itu akhirnya tiba kepadaku bahwa mbah putri sudah menghembuskan nafas terakhirnya dan pergi untuk selama-lamanya. Tentu saja aku sangat sedih, beberapa bulan yang lalu mbah uti memilih untuk datang ke riau mengunjungi anak-anak dan cucunya. Saat itu aku baru mengerti bagaimana sebenarnya kasih sayang seorang nenek pada cucunya, dan mengerti cinta yang di berikan mbah untuk ibu. Karena tinggal jauh dari sanak saudara, aku tidak pernah pergi ke acara besar keluarga. Baik pernikahan ataupun kematian. Yang aku tahu hanya ibu, bapak, hasan dan tole.

Namun kini aku bisa mengerti apa rasanya kehilangan untuk selama-lamanya. Tapi kusadari bukan aku yang paling sedih. Ibu.. Ibu jauh lebih sedih dari padaku. Malam itu ibu menelpon sambil menangis, dan akupun tak kuasa untuk menahan air mata. Saat itu bapak sedang ada acara sekolah ke sumbar tinggallah ibu dan hasan hanya berdua di rumah. Kepergian mbah sungguh menyedihkan juga sangat menyedihkan mendengar orang yang kita cintai menangis. Sebisa mungkin aku menahan tangis agar tidak membuat ibuku semakin panik, menenangkan ibuku, mengatakan bahwa mbah uti udah tenang bu nanti ketemu mbah kakung di surga. Ibu yang sabar, InshaaAllah mbah uti lebih bahagia di sana. Setelah beberapa saat akhirnya ibukupun tenang dan mulai bisa menerima kenyataan. Kemudian menutup telpon karena ingin mengabari tole yang saat itu sedang tugas praktikum di jember dan mengabari keluarga bapak di blitar. Dan aku memutuskan untuk ke solo keesokkan harinya dengan kereta api keberangkatan paling awal.

Mbah uti pergi dengan tenang, saat subuh dan juga zuhur beliau masih bisa sholat berjamaah di mesjid, lalu setelah zuhur minta diantarkan ke kebun, pada saat di kebun beliau merasakan kepalanya sakit. Kemudian keluarga di sana membawanya ke rumah sakit, lalu sekitar pukul 20:30 beliau meninggal dengan tenang. Seperti orang yang sedang tertidur, tak terlihat seperti kesakitan. Bahkan bude yang menjaga mbah saat di rumah sakit tidak menyadari kalau mbah uti telah meninggal. Begitulah hidup pada akhirnya akan kembali dengan sang Pencipta tapi bagaimana cara kita menjemput ajal sangatlah berbeda-beda. Tergantung pada amal perbuatan kita di dunia. Yang paling ku sadari sejauh apapun aku mencari dunia, semua akan sia-sia. Terlalu sibuk memikirkan hidup enak tapi lupa bagaimana memikirkan mati enak.

Satu hal lagi yang sering ku pikirkan setelah kepergian mbah uti, apakah aku akan mengalami seperti apa yang ibuku alami saat ini? Pastilah sangat menyedihkan. Namun pasti inilah yang terbaik dari Allah.

Terimakasih ya Allah. hanya Engkaulah yang mampu menyelamatkan kami dari kesesatan dan hanya Engkau yang memapu menunjukki kami jalan yang lurus. Teguhkanlah hati kami, langkah kami, ucapan kami di jalan Mu untuk mendapat keridhoan darimu. Ampunilah dosa mbah uti, terimalah amal ibadanya, jauhkanlah dari siksa kubur dan azab api neraka. Aamiin


Mbah uti dan Ibu

selamat jalan mbah uti, doa kami selalu menyertaimu <3



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Duhai engkau pemilik tulang rusuk ini, apakah engkau merasakan hal yang sama.
Apakah kau merindu, namun tak tau dengan siapa,
Apakah terkadang mata iri dengan hati, karna hati dapat merasakannya dan mata tidak,
Apakah engkau sering terbangun ditengah malam, untuk memohon pada yang kuasa
Apakah engkau saat ini sama? sama denganku yang sedang memikirkan dirimu yang bahkan aku tidak tau siapa.
Duhai calon imamku, setiap hari telah aku ulang doa-doa kepada Sang Pemilik Cinta,
Agar aku tetap terjaga hingga engkau tiba,
Namun sungguh maafkan diriku,
Masalaluku dulu cukup kelam,banyak dosa yang telah ku lakukan,
Namun kini ku tlah berjanji, akan selalu menjaga semuanya untuk engkau kekasih halalku kelak.
Semoga engkau juga selalu terjaga, juga mengulang doa-doa.
Janganlah engkau pernah jemu, doa itu yang dapat mempersatukan kita
Semoga kelak engkau dapat membimbingku untuk lebih dekat dengan yang Maha Kuasa
Untuk menuntunku ke arah yang lebih baik ,
Untuk menjagaku yang masih lemah ini,
Teruslah berusaha wahai calon imamku,
Maka disini akupun akan terus berjuang :)



Jogja, 9:54 (12-10-2014)


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Akhir akhir ini hati selalu bergetar, ketika doa mengenai jodoh ku sampaikan pada Allah. Entah kenapa demikian semua rasa berubah menjadi gundah. Selalu aku coba mengalihkan rasa itu namun muncul kembali. Seperti rindu yang tak berbalas, hati ini rapuh. Namun aku sendiri tak tau sapa yang dirindukan hati. Allah . . . mungkin aku salah melukai hati yang tak bersalah tapi aku merasa bukan mereka orangnya, bukan yang selama ini datang. Aku masih mencarinya dan berusaha menemukan siapa dia yang akan mengobati kerinduan ini. Di setiap doa panjangku mengenai dia, banyak harapan yang telah ku sampaikan dan ku sangat percaya dan yakin Engkau Sang Maha Tepat dalam memberikan waktu terbaik. Allah bimbinglah aku untuk teteap istiqomah di jalan-Mu. Untuk tetap sabar dan selalu dalam ketaatan untuk memperbaikki diri. Sampaikan salamku pada seseorang yang akan mengisi hati ini ya Allah. Katakan padanya, aku rindu ... ;(
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Impian terbesar seorang wanita adalah menjadi ibu, namun bukanlah ibu yang sembarangan. Menjadi ibu yang baik, ibu yang penuh kasih sayang, ibu yang selalu mengerti, selalu ada dalam suka dan duka, yang bisa membimbing anak2nya ke surga :). Itu adalah impianku.
Sering sekali membanyangkan nanti ketika telah menikah dan memiliki anak, bangun dipagi hari menyiapkan semua kebutuhan anak, masak, ngantar anak sekolah, beberes rumah, ngurus usaha, jemput anak pulang sekolah, ngajarin anak sholat ngaji sama suamik.hihi aamiin
Semoga bisa terwujud :)
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Sore ini tepat diumur ke22 terjadi percakapan antara saya, ibu dan bapak mengenai rencana untuk melanjutkan sekolah S2. Alhamdulillah saya telah dinyatakan lulus selanjutnya yang menjadi kendala adalah biaya. Bapak adalah seorang guru sekolah dasar Muhammadiyah dan ibu seorang guru honor di sebuah TK. Tentunya memiliki tiga anak dengan 2 orang yang masih kuliah tidaklah mudah bagi mereka. Adik saya saat ini masih semester 5 di Univ Muhammadiyah Malang. Berat ini mungkin yang mereka rasakan. Sebenarnya saya sudah tidak ingin membebani mereka lagi. Beberapa beasiswa telah saya ikuti namun belum ada pengumumannya, sementara itu pemabayaran perkuliahan awal paling lambat tanggal 15 Agustus. Sering terlintas dipikiran saya bagaimana jika tidak mendapat beasiswa, entahlah ini masih di angan angan. Masih dipikiran saja. Seandainya dapat jackpot yaitu ketemu suami terus mau biayayain S2. Waaah :)
pasti menyenangkan sekali.hehe hmm but I believe with Allah plans. Percaya inshaAllah ada jalan. Adaaa inshaAllah. Jika kita memiliki keinginan yang kuat dan tujuan kita baik. InshaAllah. Allah telah menyiapkan sebuah rencana tersendiri bagi kita. Yang mesti kita lakukan adalah berusaha, berusaha, bekerja keras dan berdoa. Bismillah :)
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Ads

About Me

About Me

Hello, Iam Anisa :)
a Mom. Amateur blogger.
Welcome to my blog :)

Popular Posts

  • Kerja Praktek (KP) di Chevron Pacific Duri Riau
  • Solusi Tepat Atasi Anyang-Anyangan Dengan Uri-Cran
  • 5 Rekomendasi Channel YouTube Berbahasa Inggris Untuk Anak Usia Dini
  • Pengalaman Snow Tubing
  • Tips Melepaskan Kecanduan TV dan Gadget Pada Anak Usia Dini

Follow Us

  • instagram
  • youtube

recent posts

Categories

1minggu1cerita amerika Anak Anyang-anyangan Badminton being mother Bengkel Diri blogging cantik dengan hijab Daffa Dokter Enny Dokter Kandungan terbaik eczema fakta hamil family for my children Hadiah hamil hidup hijab hijrah idul fitri Industrial Engineering Infeksi Saluran Kemih Islam just story kehidupan Kerinduan Kesehatan Keuangan LDM LDR Life lifemustgoon Lifestyle Marriage Me melahirkan menjadi lebih baik Menyapih mitos hamil Muhasabah My Mom Obgyn Jogja Olimpiade Rio Parenting Pembelajaran pengalaman melahirkan proseshijrah Qlapa random thought Resep review semangat Someone suporter teknologi Terrible Two Toilet Training traveling Uri-Cran Video Washington DC winter YouTube

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  October (1)
      • 2020
  • ►  2019 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  May (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (34)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (5)
    • ►  March (8)
    • ►  February (13)
  • ►  2017 (3)
    • ►  November (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2016 (57)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (3)
    • ►  September (4)
    • ►  August (4)
    • ►  July (3)
    • ►  June (5)
    • ►  May (6)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (6)
    • ►  January (4)
  • ►  2015 (22)
    • ►  December (3)
    • ►  November (2)
    • ►  October (3)
    • ►  September (4)
    • ►  August (4)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
  • ►  2014 (31)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  July (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (11)
    • ►  February (5)
    • ►  January (4)
  • ►  2013 (7)
    • ►  December (5)
    • ►  September (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (5)
    • ►  December (5)

Blogger Perempuan Network

Blogger Perempuan

Kumpulan Emak Blogger

Kumpulan Emak Blogger

Created with by ThemeXpose