• Home
  • About
  • Contact
Powered by Blogger.
instagram youtube

a part of Anisa

Baru saja aku menyampaikan suatu kebenaran yang entah kenapa hatiku jadi berdetak kencang. Mungkin aku telah terbiasa dengan hal buruk itu maka ketika aku tahu itu salah dan harus ku perbaikki hatiku berdetak lebih kencang dan tanganku gemetaran. Dalam hidup kadang kita telah terbiasa dengan hal yang slama ini salah, sehingga menganggap itu biasa biasa saja dan untuk mengubahnya tentu butuh keberanian, butuh kekuatan.


hufft -_-
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Hei apakah kau akan menyerah begitu saja?

Aku sudah pernah mengalami ini dan aku takut akan gagal kembali

Kenapa kau tak bisa mempercayaiku sedikit saja?

Dulu aku juga pernah sangat percaya hingga akhirnya aku terluka, dulu aku percaya akan bisa mengarungi lautan itu tapi nyatanya dia yang ku percaya yang menenggelamkannya

Mungkin kita tetap akan mengarungi lautan itu, tapi satu hal yang perlu kau ingat perahumu yang sekarang akan beda dengan yang dulu dan nahkoda diperahumu yang baru adalah aku bukan dia. Takkan pernah ku biarkan perahuku tenggelam, bahkan walaupun badai datang tak kan ku biarkan kita terpisah. Maukah kau percaya denganku?

. . . . . . . . . .

Kalau kau tidak percaya bagaimana caraku membuktikannya...


 
 
Musim panas ditengah kota

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Di zaman yang udah serba canggih begini, semua orang mudah untuk mencurahkan isi hati, berkomentar, menuangkan apapun yang ada di pikirannnya ke sebuah mesin atau yang sering orang-orang sebut dengan media sosial, hmmm atau mungkin sebagian orang menganggap mesin tersebut buku diary, jadi dia bisa menuliskan semuanya tanpa memperdulikan lagi mana yang seharusnya konsumsi pribadi dan konsumsi publik.
Salah satu contoh dari media sosial itu adalah Path. Sebagian besar orang pastilah punya akun di Path, hmmh setelah beberapa lama saya gak buka path sekalinya buka path jadi bingung. Kebanyakan teman di Path saya mengupload foto makanannya, mengupdate lokasinya saat itu, foto tiket bioskop, dan lain lain yang masiiih banyak lagi. Malah kadang ada yang upload kalo lagi ibadah.
Jujur saya dulu pernah ada di masa itu, ingin orang-orang tahu apa yang saya lakukan, di hati ada rasa bangga, ada rasa sombong. Ya Allah rasanya kok gak tau diri banget saat itu, merasa lebih dari yang lain, merasa termasuk anak gaul dan kekinian kalo makan di sini, makan di situ, lagi di sini, sama si ini dan si itu. Rasanyaa duuuh malu-malu. Banyaaak bangeeet dosanya, malah bangga dengan hal-hal yang kayak gitu ;(
Namun akhirnya sadar, jangan sampai kita menjadi sombong, bangga dengan hal-hal yang gak bisa kita bawa mati. Harusnya media sosial tersebut kita jadikan ladang dakwah bukan ajang pamer. Hmmh
Tapi saya tidak tahu pasti tujuan teman-teman di Path untuk memposting itu semua, semoga tidak seperti saya dahulu yang hanya ingin orang lain tahu kemudian berbangga hati. Astagfirullahaladzim. Namun jika masih ada yang niatnya seperti itu semoga suatu saat disadarkan oleh Allah SWT. Aamiin
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Beberapa hari yang lalu sempet sebel sama temen sekosan yang gak tanggung jawab sama tugasnya, terus akhirnya ngegantiin dia buat ngejalanin tugasnya tapiiih mungkin niat baik kita gak selalu di anggap baik dimata orang lain. Sebenarnya ini bukan kejadian pertama kali, sebelum-sebelumnya juga pernah terjadi hal yang sama tapi pada kasus yang berbeda. Sempat terbesit didalam hati kok mereka tega ngomong kayak gitu padahal niat kita baik, dan saya sempat perfikiran negatif ke mereka. Astagfirullahaladzim  -_- Rasanya malu kalo ingat hal kayak gitu lagi. Tiba-tiba tadi buka buku catatan harian pas semester 3 di S1 nemu note yang isinya kayak gini :
"Menjadi baiklah, mulailah dari hal yang kecil-kecil dan sederhana. Ulangi dan ulangi hingga benar-benar terbiasa. Bila sudah terbiasa maka akan menjadi kebiasaan. Biasa menjadi baik, maka saat itu menjadi baik adalah kebutuhan, lagi dan lagi"
Entah dari mana dapat note itu, tapi yang jelas isinya nancep banget di hati. Ya Allah kadang kita tu udah ngelakuin kebaikkan tapi belum ikhlas, belum tulus, belum benar-benar ridho. Harusnya kalo ikhlas udah gak perduliin lagi omongan orang, yang penting kita baik aja. Kalo kata aagym yang penting Allah ridho. Gak perlulah kita mau dianggap baik, meskipun niat kita udah baik toh yang tau isi hati dan niat kita cuma Allah. Buat apa kita berfikiran negatif, asal yang kita tuju ridhonya Allah lakukan sebaik mungkin, seikhlas-ikhlasnya.

Abis dari situ rasanya sadar kadang kita lupa tujuan melakukan kebaikkan-kebaikkan itu, bahwa dari semua hal yang kita lakukan hanya untuk mencari ridho Allah. Biarlah beribu-ribu orang menghina kita, menjauhi kita asalkan jangan Allah.

Belum lagi kalo ingat kisahnya Rasulullah yang luar biasa bangeeet -_-, sabaaarnya ketika menghadapi cacian, makian padahal tujuan Beliau untuk keselamatan kita. Semoga dengan ini bisa lebih baik lagi, bisa muhasabah diri lagi. Aamiin
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

"Karena kita tidak pernah berada di kaki yang sama begitupun beban yang dipikul tidaklah pernah sama"
Sebagian dari kita pasti pernah membayangkan menjadi orang lain ketika orang tersebut sukses tapi kita tidak pernah tahu berapa banyak perjuangan, kesakitan dan air mata yang telah mereka korbankan sehingga dapat sessukses sekarang.
Begitupun suatu keputusan yang kita anggap tidak baik, namun orang lain mengambil jalan tersebut. Ketika orang memilih pendiam dibandingkan banyak bicara, memilih memperhatikan dari pada diperhatikan, memilih mengalah dari pada menang, memilih menjadi ibu rumah tangga daripada wanita karir, memilih pasangan hidup yang sederhana dibanding yang tajir, memilih yang apa adanya daripada yang berlebihan. Jika kita melihat dari sudut pandang kita maka terkadang kata-kata yang keluar bukanlah yang baik, kita mengasihani padahal mereka merasa sangat bahagia, kita sibuk mencibir padahal mereka tak peduli. Itulah hidup, apapun yang kita lakukan akan ada saja orang yang berkomentar. Satu hal yang tak perlu kita risaukan, jika kita benar maka omongan orang lain hanyalah puing-puing penambah pahala kita.
Janganlah pandang suatu hal dari sudut mata kita, coba bukalah mata terutama mata hati untuk lebih memahami apa yang orang lain rasa. Tanamkan fikiran positif, dan ingat bahwa semua orang itu berbeda-beda. Orang-orang memiliki cara berfikirnya masing-masing, jika yang mereka lakukan untuk hal yang benar maka kita harusnya dapat menerima.
Dengan penerimaan yang ikhlas dan dalam, maka hidup kita kan lebih membahagiakan, hidup kita akan lebih menenangkan. Dukung mereka dengan baik . Hargai setiap keputusan yang mereka ambil, karena sejatinya hidup ini saling berbagi dan memahami.
 Selamat membahagiakan hati ^^


Jogja 17 Maret 2015
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Ads

About Me

About Me

Hello, Iam Anisa :)
a Mom. Amateur blogger.
Welcome to my blog :)

Popular Posts

Follow Us

  • instagram
  • youtube

recent posts

Categories

1minggu1cerita amerika Anak Anyang-anyangan Badminton being mother Bengkel Diri blogging cantik dengan hijab Daffa Dokter Enny Dokter Kandungan terbaik eczema fakta hamil family for my children Hadiah hamil hidup hijab hijrah idul fitri Industrial Engineering Infeksi Saluran Kemih Islam just story kehidupan Kerinduan Kesehatan Keuangan LDM LDR Life lifemustgoon Lifestyle Marriage Me melahirkan menjadi lebih baik Menyapih mitos hamil Muhasabah My Mom Obgyn Jogja Olimpiade Rio Parenting Pembelajaran pengalaman melahirkan proseshijrah Qlapa random thought Resep review semangat Someone suporter teknologi Terrible Two Toilet Training traveling Uri-Cran Video Washington DC winter YouTube

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  October (1)
      • 2020
  • ►  2019 (4)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  May (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (34)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (5)
    • ►  March (8)
    • ►  February (13)
  • ►  2017 (3)
    • ►  November (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2016 (57)
    • ►  December (9)
    • ►  November (5)
    • ►  October (3)
    • ►  September (4)
    • ►  August (4)
    • ►  July (3)
    • ►  June (5)
    • ►  May (6)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (6)
    • ►  January (4)
  • ►  2015 (22)
    • ►  December (3)
    • ►  November (2)
    • ►  October (3)
    • ►  September (4)
    • ►  August (4)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
  • ►  2014 (31)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  July (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (11)
    • ►  February (5)
    • ►  January (4)
  • ►  2013 (7)
    • ►  December (5)
    • ►  September (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (5)
    • ►  December (5)

Blogger Perempuan Network

Blogger Perempuan

Kumpulan Emak Blogger

Kumpulan Emak Blogger

Created with by ThemeXpose